Wednesday, May 15, 2013

Siapa Wanita Penghuni Surga Itu?



Kisah kali ini mengenai ketabahan seorang  wanita berkulit hitam yang mempunyai penyakit sering dirasuk. Namun dia merupakan seorang calon penghuni syurga disebabkan kemurnian akidah, kesabaran dan kemantapan imannya dalam menghadapi penyakit tersebut.

 

 

 

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,

 

“Mahukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

 

Aku menjawab, “Ya”

 

Ia berkata, “Wanita berkulit hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (rasukan) dan auratku tersingkap (saat penyakitku menyerang). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mahu, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mahu, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’

 

Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit  tersebut menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

 

Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Betapa rindunya hati ini kepada syurgaNya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.

 

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?

 

”Aku menjawab, “Ya”

 

Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”

 

Tidakkah engkau iri hati dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?

 

Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?

 

Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.

 

Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fizikal bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan luaran yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.

 

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang menghantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaknya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

 

Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang boleh merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.

 

Kecantikan luaran bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fizikal yang menyebabkan pemiliknya terlibat dengan bermaksiat.  Oleh itu  seperti apapun rupamu, seperti apapun fizikalmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.

 

Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???

 

Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”

 

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit dirasuk agar dapat menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita solehah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cubaan dengan kesabaran yang baik.

 

Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.

 

Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sedar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Kerana hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?

 

 

Disunting dari Artikel muslimah.or.id

 

No comments:

Post a Comment